Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Tuesday, April 26, 2016

10 KESALAHAN DALAM PERSIAPAN DAN UJIAN SBMPTN

BlogMFE-10 KESALAHAN DALAM PERSIAPAN DAN UJIAN SBMPTN-Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sudah dibuka sejak beberapa hari yang lalu. Apa saja yang sudah kamu persiapkan untuk menghadapi SBMPTN ini?

Terlepas dari persiapan kita dalam menghadapi Ujian SBMPTN ini, tahukah sobat ada beberapa kesalahan yang kadang tidak kita sadari dan membuat kita gagal dalam ujian SBMPTN.

Berikut ini BlogMFE merangkumnya dalam 10 KESALAHAN DALAM PERSIAPAN DAN UJIAN SBMPTN.


TERLALU MENARGETKAN JURUSAN TERTENTU

Sumber:
http://medan.tribunnews.com
Kesalahan yang pertama ialah terlalu menargetkan pada jurusan tertentu. Banyak para peserta ujian SBMPTN yang tidak lolos hanya karena terlalu ambisius mengejar jurusan tertentu yang "katanya" memiliki prospek karier yang bagus. Padahal jurusan yang dikejar tersebut memiliki persaingan yang ekstra ketat. Disisi lain peserta tak mau memilih jurusan lain yang memiliki persaingan yang sedikit longgar.

TERLAMBAT MEMILIH JURUSAN

Sumber:
http://makeameme.org
Kesalahan kedua yang mungkin banyak dilakukan ialah terlambat memilih jurusan. Banyak hal yang mengakibatkan kita terlambat memilih jurusan yang tepat, seperti terlalu banyak memikirkan pendapat orang lain yang berbeda-beda, terlalu santai, kurangnya informasi, dan lain sebagainya. Pada akhirnya kita hanya memilih berdasarkan nafsu dan atas dasar pilihan buta.

ASAL-ASALAN DALAM MEMILIH JURUSAN

Sumber:
www.pengusaha.co
Kesalahan ini banyak dialami oleh para peserta SBMPTN mulai dari dulu hingga sekarang. Kesalahan ini sebenarnya sepele, tapi jika kita benar-benar diterima justru menjadi kesalahan yang fatal apabila kita tidak mengambilnya. Bisa saja pihak fakultas atau kampus dimana kamu diterima mem-blacklist sekolahmu dari daftar penerimaan selanjutnya. 

Bisa saja saat adik kelasmu diterima di jurusan yang sama denganmu, akan tetapi adik kelasmu otomatis ditolak hanya karena sekolahmu di-blacklist oleh perbuatanmu. Sayangkan?

KURANG PAHAM PERSAINGAN JURUSAN

Sumber:
www.la-lights.com
Kurangnya informasi bisa saja mengakibatkan kita kurang paham pesaingan antar jurusan. Pada umumnya untuk jurusan-jurusan yang tergabung dalam FEB, FK, FT, FITK, FIKOM, FH merupakan jurusan yang paling besar pesaingannya, apalagi jika kampus tersebut berada di kampus yang terkenal. Untuk mengetahui peta persaingan, kita dapat mencarinya di situs resmi SBMPTN atau di berbagai buku pra-ujian SBMPTN yang banyak dijual di toko buku.

SILAU DENGAN KAMPUS YANG TERKENAL, DISISI LAIN PERSIAPAN MINIM

Sumber:
http://suaramahasiswa.com
Hal ini banyak dialami oleh berbagai peserta yang hanya mau memilih perguruan tinggi yang sudah terkenal, akan tetapi dalam mempersiapkan ujian saja masih santai saja atau minim persiapan. Padahal untuk dapat lolos di perguruan tinggi yang terkenal (misal UI) tidak bisa main-main. Kita tidak tahu siapa pesaing kita dalam memperebutkan kursi di perguruan tinggi tersebut, yang jelas pesaing kita lebih siap dalam ujian. 

Padahal jumlah PTN tidak hanya perguruan tinggi yang terkenal saja. Jika dalam kemampuan dan persiapaan minim, mengapa tidak mengambil PTN yang lebih longar saja dibanding harus "fanatik" mengejar berkuliah di perguruan tinggi yang terkenal?

KURANG PERSIAPAN DAN LATIHAN SOAL SBMPTN


Nah, untuk yang satu ini merupakan kesalahan klasik bagi peserta. Terkadang kita masih buta apa saja yang akan diujikan dalam SBMPTN nanti. Kita terkadang tidak tahu apa itu TPA atau TKDU. Nah untuk yang satu ini lebih baik kamu beli deh buku contoh soal ujian SBMPTN di toko buku terdekat dan perbanyaklah latihan soal dari sana. Selain itu juga, kamu cari info mengenai Tryout SBMPTN di daerahmu, coba ikutan dan pahami soal yang ada nanti.

KURANG INFORMASI MENGENAI SBMPTN

Kurang informasi disini maksudnya kamu Kudet alias Kurang Update. Kamu kurang tahu apa saja yang menyangkut SBMPTN, termasuk juga jadwal pentingnya. Coba kamu rajin-rajin update mengenai informasi SBMPTN baik lagsung dari situsnya, maupun ikut ngeriung bersama teman-tman lain di grup SBMPTN.

TERLALU MEMBANDINGKAN DENGAN TEMAN YANG BIMBEL

Ada satu pengalaman saat Admin ikut seleksi dahulu, pengawas pernah berceloteh "Di ruangan ini pasti pada ikut bimbel semua kan, saya doakan lulus". Garis bawahi ikut bimbel, kenyataannya ga semua loh, banyak yang berjuang tanpa harus ikut bimbel. Terlebih banyak juga yang beranggapan bahwa yang lolos SBMPTN itu orang yang ikut bimbel, padahal justru banyak juga yang lolos bukan dari bimbel tertentu, bahkan mereka berjuang sendiri. Jadi jangan terlalu membandingkan dengan teman yang bimbel ya.


KURANG MENGENAL POTENSI DIRI



Nah untuk yang satu ini akan berpengaruh pada pemilihan jurusan. Kita terkadang tidak tahu potensi diri kita kemana. Ada yang malah ikut-ikutan teman dalam hal memilih jurusan, padahal antara kita dengan teman kita punya potensi yang berbeda. Bisa saja kita lebih suka pada bidang analisis, sedangkan teman kita punya potensi dalam bidang sains.
Untuk melihat potensi dirimu, setidaknya bisa terlihat dari bidang apa yang kamu sukai, bagaimana cara belajar kamu yang membuat kamu gampang mengerti, bagaimana pribadi kamu, apakah kamu seorang yang introvert atau ekstrovert, dan lain-lain. Untuk pembahasan ini selanjutnya kita akan bahas di artikel selanjutnya.

PASTIKAN LOKASI DAN TEMPAT UJIANNYA

Sumber:
http://news.okezone.com
Sebelum seleksi lebih baik kamu harus tahu dimana lokasi pasti ujian SBMPTN berlangsung dan bagaimana rute hingga ke lokasi. Ada satu pengalaman admin ketika seleksi dahulu, ada salah satu peserta yang nyasar. Sedianya lokasi ujian berada di Kampus IPB Diploma di Kota Bogor, ada salah satu peserta justru nyasar ke Kampus IPB Dramaga. Padahal lokasi IPB Dramaga dan IPB Diploma berada di lokasi yang berbeda dan sangat berjauhan.
Untuk mengatasi masalah ini, lebih baik kamu datang ke lokasi ujian H-1 (1 hari sebelum ujian) untuk memastikan lokasi ujiannya benar berada disana. Jangan sampai seperti pengalaman diatas ya.


Keywords:
  1. Kesalahan SBMPTN 2016
  2. Kesalahan dalam SBMPTN 
  3. Kesalahan Fatal SBMPTN
  4. Kesalahan Daftar SBMPTN
  5. Tips Menghindari Kesalahan pada SBMPTN 2016
  6. Kesalahan Mengisi Formulir SBMPTN
  7. Tips Menghadapi SBMPTN
  8. Tips agar Lulus SBMPTN
  9. Kesalahan Data SBMPTN
  10. Tips Kakak Mahasiswa yang Lulus SBMPTN
  11. Kesalahan Saat Persiapan SBMPTN
  12. Cara Daftar SBMPTN
  13. Cara Menghindari Kesalahan SBMPTN
  14. Tips Mengerjakan Soal SBMPTN
  15. Tips Menghindari Kesalahan Memilih Jurusan SBMPTN

Wednesday, March 30, 2016

APA SIH PERBEDAAN ANTARA JURUSAN EKONOMI TERAPAN DAN PENDIDIKAN EKONOMI?

BlogMFE-APA SIH PERBEDAAN ANTARA JURUSAN EKONOMI TERAPAN DAN PENDIDIKAN EKONOMI?-Menentukan jurusan kuliah merupakan hal paling ribet bagi anak-anak Kelas XII pada umumnya. Kita harus benar-benar mempertimbangkan secara matang sebelum memilihnya. Betul tidak?

Tidak hanya ribet dalam memilih saja, kadang juga kita masih bingung apa bedanya jurusan terapan dan jurusan pendidikan, khususnya seperti jurusan Ekonomi Terapan dan Pendidikan Ekonomi, lalu apa bedanya?

Kali ini Mahasiswa Fakultas Ekonomi (MFE) akan membahas apa sih perbedaan antara jurusan Ekonomi Terapan dan Pendidikan Ekonomi. Karena hal ini sudah banyak ditanyakan pada berbagai forum diskusi dan grup-grup di sosial media.


Jurusan-Jurusan Ekonomi Terapan



Jurusan-Jurusan Ekonomi Terapan merupakan jurusan mempelajari aspek-aspek penerapan ekonomi di dunia kerja nantinya, seperti sistem manajerial, analisis permintaan-penawaran produk, inflasi, nilai tukar valas, sistem akuntansi perusahaan, dan lain sebagainya.

Jurusan-jurusan ekonomi terapan ini sebenarnya ialah jurusan tergabung dalam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Untuk gelarnya sendiri ialah Sarjana Ekonomi (S.E). Jurusan-jurusan ekonomi terapan ini terbagi menjadi 3 jurusan, yakni (klik tulisan merah untuk info jurusannya):


Pada gelaran SNMPTN dan SBMPTN, jurusan-jurusan ekonomi terapan ini memiliki persaingan yang ekstra ketat. Pada beberapa PTN justru melewati 3.000 peminat sedangkan daya tampungnya hanya kurang dari 100 kursi. Hal ini tentu disebabkan kebutuhan lulusan jurusan ekonomi terapan sangat banyak dibutuhkan di dunia kerja dimanapun.


Jurusan-Jurusan Pendidikan Ekonomi



Berbeda dengan jurusan-jurusan ekonomi terapan yang lebih fokus pada aplikasi ekonomi di dunia kerja, pada jurusan-jurusan pendidikan ekonomi lebih fokus pada sistem pengajaran ekonomi di sekolah.

Jurusan-jurusan pendidikan ekonomi disini bukan hanya sebatas pada jurusan yang mempelajari pengajaran mata pelajaran ekonomi saja, namun juga jurusan pendidikan lain dalam bidang ekonomi seperti:

1. Pendidikan Manajemen Bisnis (SMK Ekonomi)
2. Pendidikan Manajemen Perkantoran (SMK Ekonomi)
3. Pendidikan Tata Niaga (SMK Ekonomi)
4. Pendidikan Akuntansi (SMK Ekonomi)

Jadi pada intinya, lulusan jurusan-jurusan pendidikan ekonomi banyak berkecimpung sebagai tenaga pengajar (guru) bidang ekonomi di berbagai sekolah, baik SMP maupun SMA/SMK.

Pada jurusan-jurusan pendidikan ekonomi sebenarnya masih mempelajari ilmu-ilmu terapan ekonomi sebagai bekal dalam pembelajaran. Namun dalam silabus jurusannya terdapat banyak mata kuliah yang memfokuskan pada pendidikan dan sistem pengajaran antara lain:

1. Landasan Pendidikan
2. Kurikulum dan Pembelajaran
3. Perkembangan Peserta Didik
4. Metode Belajar dan Pembelajaran
5. Evaluasi Pembelajaran 
6. Perencanaan Pembelajaran
7. Pengelolaan Pendidikan
8. Media Pembelajaran
9. Psikologi Pendidikan; dan lain sebagainya

Jurusan-jurusan pendidikan ini pada umunya tergabung dalam Fakultas Pendidikan Pendidikan Ilmu Sosial (F-PIPS). Adapun untuk gelar akademiknya ialah Sarjana Pendidikan (S.Pd).


Apakah Lulusan Ekonomi Terapan Bisa Mengajar Sebagai Guru atau Dosen?




Pertanyaan ini banyak ditanyakan pada beberapa forum diskusi. Pada umumnya lulusan Ekonomi Terapan dapat saja mengajar di sekolah sebagai guru asalkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Pada saat ini banyak lulusan ekonomi terapan yang lebih memilih menjadi guru di berbagai sekolah.

Pada beberapa SMK justru guru mata pelajaran banyak didominasi oleh lulusan ekonomi terapan dibandingkan lulusan sarjana pendidikan ekonomi. Namun bukan berarti peluang karier lulusan pendidikan ekonomi diambil alih lulusan ekonomi terapan ya?

Peluang karier lulusan pendidikan ekonomi akan selalu terbuka luas di berbagai sekolah baik negeri maupun swasta. Bahkan lulusan pendidikan ekonomi ini lebih banyak diutamakan sebelum adanya lulusan ekonomi terapan.

Bagimana dengan dosen? lulusan ekonomi terapan dapat menjadi dosen dan mengajar mahasiswa di perguruan tinggi asalkan sudah menempuh program pasca-sarjana dibidang yang linier (sama) denga jurusannya.

Misalkan Adi lulusan S1 Manajemen Bisnis, ia bercita-cita ingin menjadi dosen, maka ia harus menempuh minimal S2 Manajemen atau Magister Manajemen (MM) untuk dapat mengajar program D3 atau S1 Manajemen. Apabila Adi ingin mengajar S2 Manajemen, maka ia harus menempuh minimal S3 Manajemen atau Program Doktoral.


Keywords:
  1. Perbedaan Jurusan Ilmu Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi
  2. Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia
  3. Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Jakarta
  4. Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta
  5. Jurusan Pendidikan Akuntansi
  6. Jurusan Pendidikan Manajemen Bisnis
  7. Jurusan Pendidikan Tata Niaga
  8. Apa Sih Bedanya Jurussan di Fakultas Ekonomi
  9. Bagaimana Caranya Sarjana Ekonomi jadi Guru?
  10. Sarjana Ekonomi Jadi Guru
  11. Peluang Karier Pendidikan Ekonomi UNJ, UNY, UPI
  12. Mata Kuliah Jurusan Pendidikan Ekonomi Bisnis
  13. Silabus Pendidikan Ekonomi
  14. Enakan Kuliah Ekonomi Murni apa Pendidikan Ekonomi?
  15. Bagaimana Cara Jadi Guru Ekonomi SMA?
  16. Bagaimana Cara Jadi Guru SMK?


Tuesday, March 29, 2016

7 TIPS MENTAL MENGHADAPI UJIAN NASIONAL

BlogMFE-7 TIPS MENTAL MENGHADAPI UJIAN NASIONAL-Ujian Nasional sudah tinggal menghitung hari nih, sob. Apa yang sudah kalian persiapkan untuk menghadapinya? 

Mungkin di sekolah kalian sering mengadakan pemantapan UN, sering belajar cara mudah mengerjakan soal UN di internet, sering latihan soal dari buku Persiapan UN, atau juga ikut Bimbingan Belajar Intensif UN. Semua itu memang harus dipersiapkan dengan matang, tapi bagaimana dengan persiapan mental sobat dalam menghadapi UN? 

Kali ini Mahasiswa Fakultas Ekonomi (MFE) akan membagikan tips mental kepada soabt semua untuk menghadapi Ujian Nasional. Tips ini sudah banyak dibuktikan oleh Admin sendiri maupun orang-orang yang pernah mengahadapi UN sebelumnya. Adapun Tipsnya ialah sebagai berikut:

Minta Restu dari Orang Tua

Minta restu pada orang tua ini bukan hanya sebatas pada minta doa-nya saja agar dilancarkan, namun berbuatlah apa yang dapat orang tua kalian Ridho. Misal kalian bisa meringankan pekerjaan ibu kalian saat di rumah, seperti menyapu, mencuci piring, atau lain-lain. Ini ga hanya berlaku untuk cewek saja loh bro, tapi kamu yang cowok juga bisa melakukannya.


Ubah Paradigmamu tentang UN


Sumber:
www.eonline.com
Kebanyakan dari kita berpikir bahwa UN merupakan sesuatu yang "horor". Kita selalu dibayangi oleh rasa TAKUT TIDAK LULUS. Nah coba ubah pikiranmu ini mulai dari sekarang. 

Semakin kalian berpikir "horor" tentang Ujian Nasional, maka kalian akan semakin tertekan, sehingga kalian menjadi kaku dang kurang Percaya Diri menghadapi UN. 

Nyatanya, UN bukanlah satu-satunya penentu kelulusan, akan tetapi masih ada ujian lain yang menentukan seperti Ujian Sekolah dan Ujian Praktek. Keduanya punya bobot yang besar dalam menentukan kelulusanmu sob. Nah sekarang bagaimana sih cara mengubah pikiran kita ini, ikuti cara ini:
  1. PD saja, jangan terpengaruh oleh persepsi orang diluar yang menyatakan bahwa UN adalah "Ujian Penjagalan". Hadapi dengan biasa saja tapi serius dalam mempersiapkannya.
  2. Sugestikan  bahwa UN seperti UAS saja dan rasakan feel-nya. Dengan begitu beban pikiranmu akan sedikit berkurang.
  3. Hilangkan bayangan TAKUT TIDAK LULUS. Selama Ujian Sekolah dan Praktekmu serta Sikap dan Perilakumu bagus, kenapa harus takut tidak lulus
  4. FYI, soal UN ternyata lebih gampang loh dibandingkan soal UAS atau Soal Tryout dari beberapa kampus.


Jangan Belajar saat 1 hari sebelum UN




Kok ga boleh belajar? Ya, pergunakan H-1 UN sebagai waktu rileks-mu saat menghadapi soal UN besok. Kalian bisa mempersiapkan fisik dan psikologis agar tidak stress dengan cara nonton TV atau bermain permainan yang membuat fresh otak. 

Sebenarnya kita boleh saja membuka buku, tapi itu hanya untuk me-review saja, bukan untuk belajar ekstra. Jangan buat otakmu terfosir kembali dengan belajar ekstra.


Jaga Fisik dan Kondisi Badanmu

Sumber:
imgur.com
Fisik dan kondisi badanmu ternyata bisa mempengaruhi mentalmu loh! Jika fisik dan kondisi badan lemah, kalian akan menjadi stress sendiri, "nanti UN gimana ya kalo kondisi badan lagi begini, takutnya malah ga bisa jawab soal dengan maksimal"

Jaga kondisi badanmu dengan tidak melakukan aktivitas yang berlebihan dan juga perbanyak makanan yang bergizi agar tubuhmu kuat. Jangan pula hujan-hujan ya sob, terlebih dalam kondisi peralihan musim seperti ini, penyakit mudah hinggap di tubuh kita.


PD Dengan Berbagai Latihan Soal


Dengan banyak berlatih soal-soal UN, maka mental dan rasa percaya dirimu akan terbangun. Kalian akan banyak menemui model-model soal yang sering keluar dalam UN dan tentu punya trik tersendiri dalam menghadapinya.


Sugestikan Bahwa Nilai UN-mu Bisa Lebih Bagus Dibanding Temanmu yang Ikut Bimbel Intensif UN


Ini penting bagi kalian yang merasa down atau tersaingi dengan temanmu yang ikutan bimbel intensif UN. Memang nilai UN mulai dipertimbangkan dalam Seleksi PTN. Tapi kalian ga boleh merasa minder loh.

Coba kalian ikut belajar bersama dengan temanmu yang ikut bimbel khusus, pelajari trik dan cara pengerjaannya yang ia dapat dari bimbel, lalu kalian kembangkan caranya. Kalian juga harus punya sugesti dalam diri kalian, bahwa saya juga bisa nilai UN tinggi walau tidak ikut bimbel intensif


Banyak Berdoa dan Bertawakal Pada Tuhan



Doa sangatlah penting dalam setiap urusan kita, termasuk dalam menghadapi UN. Tanpa ke-Ridhoan-NYA tentu kita takkan bisa menghadapi UN dengan lancar. Perbanyaklah Doa dan bertawakkal pada Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Oya ternyata dengan berdoa dan bertawakkal juga bisa meringankan beban yang ada di pikiran kita loh dan juga bisa membuat pikiran kita fresh karena kita menyerahkan urusan kita atas keridhoan-NYA.


Keywords:
  1. Tips Sukses Ujian Nasional
  2. Cara Mudah Menghadapi Ujian Nasional
  3. Soal yang Sering Keluar di Ujian Nasional
  4. Tips Mudah Lulus Ujian Nasional
  5. Cara Mudah Masuk PTN dengan UN
  6. Ujian Nasional SMA/SMK 2016
  7. Soal Bocoran UN 2016
  8. Sistematika UN dipakai dalam Seleksi PTN
  9. Nilai UN untuk Penilaian SBMPTN 2016
  10. Cara Mudah Mendapatkan Nilai UN Tinggi
  11. Tips Mengerjakan Soal UN 2016
  12. Tips Mental dan Psikologis untuk Ujian Nasional 2016
  13. Doa agar Lancar Ujian Nasional
  14. Ujian Nasional itu Gampang
  15. Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional 2016

Monday, March 28, 2016

JANGAN KULIAH!! SEBELUM TAU 5 (LIMA) HAL INI

BlogMFE-ISTILAH-ISTILAH YANG WAJIB KAMU KETAHUI SEBELUM KULIAH-Hayoo!! Siapa yang tahun ini berniat mau kuliah? Apa sih yang kalian pikirkan tentang dunia perkuliahan? Mungkin ada yang berpikir dunia kuliah itu sangat asyik, bisa jalan-jalan ke gunung, bisa nampang dengan gaya trendy saat kuliah, banyak romantika cinta saat di kampus, dan apalah seperti yang ada di FTV.

Kehidupan kuliah tak seindah yang ada di FTV loh sob! Jika nanti kamu sudah masuk dunia perkuliahan kamu akan banyak menemui "kegalauan akut" yang bikin kamu merinding sendiri. Ya kamu harus ngerjain tugas setumpuk dari dosen, kamu harus presentasi yang bejibun, belum lagi kena marah dosen killer, ngejar IPK harus diatas 3,00 dan lain sebagainya.   

Oya dunia perkuliahan itu ternyata berbeda dengan dunia sekolah dulu loh. Di dunia perkuliahan banyak istilah-istilah yang harus dimengerti oleh mahasiswa. Jangan ngaku mahasiswa sebelum tahu istilah-istilah ini:

Sistem Perkuliahan dan Penilaian Mahasiswa




Sistem pembelajaran dan penilaian pada perguruan tinggi memang sangat berbeda dengan sistem yang ada di sekolah dahulu. Untuk perguruan tinggi sistem yang diterapkan pun lebih kompleks. Apa saja ya kira-kira, yuk kita lihat:

a. Apa itu Semester?

Semester adalah periode kuliah selama 6 bulan. Biasanya dalam 1 semester terbagi antara 4-5 bulan kuliah kelas atau kuliah lainnya dan 1 bulan libur semester. Akan tetapi proporsi panjangnya semester bergantung pada kebijakan kampus tersebut.

b. Apa itu KRS?

KRS (Kartu Rencana Studi) adalah kartu yang dikeluarkan sebagai prasyarat untuk mengikuti mata kuliah. KRS ini sebenarnya berbentuk lembaran atau e-file. KRS ini bisa dibilang "SIM-nya" kita dalam mengikuti mata kuliah dalam satu semester.

c. Apa itu KHS?

KHS (Kartu Hasil Studi) adalah kartu yang dikeluarkan sebagai hasil penilaian kuliah kita selama satu semester. KHS ini bisa dibilang sebagai raport kita selama satu semester.


d.
Apa itu sks?

sks (sks kecil / Satuan Kredit Semester) adalah bobot mata kuliah yang diajarkan. Bobot 1 sks ini bernilai 50 menit perkuliahan, biasanya dapat dilakukan dalam 1 hari maupun bisa dibagi menjadi beberapa hari.

e. Apa itu SKS?

SKS (sks besar / Sistem Kredit Semester) adalah sistem pendidikan dimana beban studi mahasiswa, beban kerja tenaga pengajar, dan beban penyelenggaraan program dinyatakan dalam kredit.


f. Apa itu IPK?

IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) adalah indeks penilaian atau bisa dibilang sebagai hasil nilai mata kuliah kita selama dalam perkuliahan. IPK ini akan tertulis pada transkrip nilai kita pada saat lulus nanti. Range penilaian IPK berkisar 1-4.

g. Apa itu IPS?

IPS (Indeks Prestasi Semester) adalah indeks penilaian atau bisa dibilang sebagai hasil nilai mata kuliah kita dalam satu semester. IPS ini terkadang disebut sebagai IPK semester. IPS ini tertulis pada KHS yang dikeluarkan pada akhir semester.

h. Apa itu Huruf Mutu?

Huruf Mutu adalah bobot penilaian mahasiswa dalam suatu mata kuliah yang dinyatakan dalam bentuk huruf. Setiap perguruan tinggi mempounyai penilaian tersendiri dalam angka mutu, ada yang memakai hanya A, B, C, D saja, ada pula yang memakai (+) didalam penilaiannya, misalkan B+ dsb

i. Apa itu Angka Mutu?

Angka Mutu adalah bobot penilaian mahasiswa dalam suatu mata kuliah yang dinyatakan dalam bentuk angka. Penilaian angka mutu ini sangat berkaitan dengan huruf mutu. Jika huruf mutu bernilai A maka angka mutunya ialah bernilai 4, begitu juga seterusnya.



Tipe-Tipe Perguruan Tinggi

 
Sumber:
Wikipedia Commons

Bagi kamu yang mau mendaftar ke perguruan tinggi, tapi bingung bedanya apa itu Universitas, Institut, Skolah Tinggi, atau apalah. Berikut ini penjelasannya: 

a. Apa itu Universitas? 

Universitas adalah perguruan tinggi yang mempunyai beberapa fakultas dengan berbagai macam bidang keilmuan.

 Jadi didalam Universitas ada banyak keilmuan yang berbeda-beda yang dihimpun dalam fakultas tersendiri. Di Universitas juga memiliki beberapa jenjang pendidikan seperti Diploma, S1, S2, dan S3, bahkan ada juga yang menyelenggarakan Program Spesialis.

Contoh seperti  di Universitas Indonesia diantaranya ada: Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Budaya (FS), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan lain sebagainya.

b. Apa itu Institut?

Institut adalah perguruan tinggi yang mempunyai beberapa fakultas namun hanya terfokus pada satu rumpun keilmuan saja.  

Berbeda dengan Universitas yang mempunyai beberapa bidang keilmuan yang berbeda-beda, kalo institut hanya fokus pada satu rumpun keilmuan saja. Jenjang pendidikan di Institut pun pada dasarnya sama dengan Universitas, hanya saja di Institut tidak ada program spesialis.

Contoh seperti di Institut Sepuluh November (ITS) terdiri dari beberapa fakultas, seperti: Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Teknik Sipil dan Perencaanaan (FTSP) dan lain sebagainya. Fakultas yang ada di ITS ini memfokuskan pada rumpun teknik.

Walaupun terkadang ada beberapa Institut yang mempunyai keilmuan lain, akan tetapi corak rumpun keilmuan dasarnya masih tertanam di setiap mata kuliah yang diajarkannya.
 

c. Apa itu Sekolah Tinggi?

Sekolah Tinggi adalah perguruan tinggi yang mempunyai beberapa jurusan yang hanya terfokus pada satu bidang keilmuan. 

Berbeda dengan institut, sekolah tinggi tidak memiliki fakultas akan tetapi hanya terdiri dari beberapa jurusan yang masih satu bidang keilmuan.

Contoh seperti pada STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) yang mempunyai beberapa jurusan pada umumnya seperti Ilmu Manajemen dan Ilmu Akuntansi.

d. Apa itu Akademi?

Akademi adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan diploma hanya satu cabang keilmuan saja. 

Contoh seperti Akademi Kebidanan (Akbid) yang hanya menyelenggarakan pendidikan D3 Kebidanan.

e. Apa itu Politeknik?

Politeknik adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan diploma yang mempunyai berbagai cabang keilmuan.

Contoh seperti Politeknik Negeri Bandung yang memiliki jurusan D3Administrasi Bisnis, D4 Teknik Pendingin dan Tata Udara, D3 Teknik Telekomunikasi, D3 Bahasa Inggris, dan lain sebagainya.



Pembagian Divisi Perguruan Tinggi

Sumber:
Universitas Jendral Soedriman

Dalam suatu perguruan tinggi mempunyai beberapa divisi akademik, seperti Fakultas, Jurusan / Departemen, Program Studi. Berikut ini penjelasannya:

a. Apa itu Fakultas?

Fakultas merupakan divisi perguruan tinggi yang membidangi keilmuan yang serumpun dan membawahi beberapa jurusan. Fakultas ini hanya ada di Universitas dan Institut. Contohnya misalkan Fakultas Ekonomi Bisnis yang membidangi keilmuan ekonomi dan ilmu bisnis. FEB ini membawahi beberapa jurusan seperti Ilmu Manajemen, Ilmu Akuntansi, dan Ilmu Ekonomi. Orang yang memimpin Fakultas disebut sebagai Dekan.

b. Apa itu Jurusan?

Jurusan merupakan divisi perguruan tinggi dibawah fakultas yang membidangi keilmuan secara mandiri. Jurusan ini banyak tersebar di Universitas, Institut maupun Sekolah Tinggi. 

Istilah Jurusan sering juga disebut sebagai Departemen pada beberapa perguruan tinggi. Contoh di FEM-IPB terdiri dari beberapa Departemen seperti Departemen Ilmu Ekonomi, Departemen Manajemen, Departemen Agribisnis, dan Departemen Ekonomi Studi Lingkungan.

c. Apa itu Program Studi?

Program Studi merupakan divisi perguruan tinggi dibawah jurusan atau setingkat yang menjabarkan konsentrasi jurusan. Pada beberapa perguruan tinggi program studi dibedakan menjadi dibawah jurusan, namun pada umumnya banyak mengelompokkan menjadi setingkat dengan jurusan. Pada akademi dan politeknik hanya ada program studi saja. 

Contoh pada Jurusan Ilmu Manajemen terkadang di juruskan kembali menjadi beberapa program studi seperti prodi manajemen keuangan, prodi manajemen pemasaran, prodi manajemen sumberdaya manusia, prodi manajemen strategik dan inovasi perubahan, dan prodi manajemen produksi dan operasional.



Pimpinan dan Struktur Akademik Perguruan Tinggi

 
Sumber:
fkip.unila.ac.id

Pimpinan Perguruan Tinggi biasanya diisi oleh para dosen senior dan telah banyak berkontribusi bagi perkembangan perguruan tinggi. Adapun pimpinan perguruan tinggi ini mengepalai perguruan tinggi itu sendiri maupun berbagai divisi yang ada, berikut ini diantaranya:

a. Rektor

Rektor merupakan pimpinan dari Universitas atau Institut. 

b. Ketua Sekolah Tinggi

Ketua Sekolah Tinggi merupakan pimpinan dari Sekolah Tinggi.
 

c. Direktur

Direktur merupakan pimpinan dari Akademi, Politeknik, maupun Program Diploma yang berada di PTN. Pada Universitas dan Institut terdapat Direktur Pascasarjana, jabatannya ialah setingkat Dekan lainnya.

d. Dekan

Dekan merupakan pimpinan dari Fakultas atau Dekanat.

e. Kajur dan Ka. Prodi

Kajur merupakan pimpinan dari jurusan, sedangkan Ka. Prodi merupakan pimpinan dari Program Studi.

f. Puket atau Waka

Puket atau Waka merupakan wakil dari Rektor (Universitas dan Institut) atau Waka (Sekolah Tinggi) yang memiliki tanggung jawab dibidang tertentu. 
  1. Puket I atau Waka I memiliki tanggung jawab dalam bidang Akademik
  2. Puket II atau Waka II memiliki tanggung jawab dalam bidang Keuangan dan Administrasi
  3. Puket III atau Waka III memiliki tanggung jawab dalam bidang Kemahasiswaan
  4. Puket IV atau Waka IV memiliki tanggung jawab dalam bidang Hubungan Antar Lembaga

Organisasi Kemahasiswaan

 
Sumber:
andiauliar.wordpress.com

Berikut ini merupakan beberapa organisasi mahasiswa yang biasanya ada di perguruan tinggi, yakni:

a. BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa)

BEM merupakan organisasi mahasiswa yang memiliki tugas eksekutif kemahasiswaan. BEM ini memiliki dua tingkatan yakni setingkat Perguruan Tinggi (BEM Kampus / Presidensial Mahasiswa Kampus) dan setingkat Fakultas (BEM Fakultas). Contoh BEM Universitas Indonesia yang sering eksis di berbagai kegiatan mahasiswa dalam skoop nasional.

b. HIMA (Himpunan Mahasiswa)

HIMA merupakan organisasi eksekutif mahasiswa yang berada di tingkat jurusan. HIMA ini masih berada dibawah koordinasi BEM Kampus. Contoh HIMA ialah HMTF-UNAS (Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika Universitas Nasional)

c. UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa)

UKM merupakan organisasi mahasiswa yang mewadahi dan mengkoordinasikan kegiatan non-akademik mahasiswa, seperti minat dan bakat mahasiswa. Contoh UKM Century Institut Pertanian Bogor.


Keywords:
  1. Istilah dalam Kampus
  2. Istilah Perguruan Tinggi
  3. Bagaimana sih Kehidupan Perguruan Tinggi?
  4. Suka Duka Kuliah
  5. Apa pengertian IPK?
  6. Pengertian Universitas
  7. Pengertian Sekolah Tinggi
  8. Pengertian Akademi
  9. Pengertian Institut
  10. Pengertian Politeknik
  11. Pebedaaan Antara Universitas dan Institut
  12. Kuliah Mau Pilih Apa
  13. Enakan Kuliah Universitas atau Institut
  14. Kuliah yang Cepet Kerja
  15. Apa Itu BEM Mahasiswa
  16. Perbedaan BEM dan HIMA
  17. Tips Cari Kuliah
  18. Cara Menghitung IPK
  19. 1 Semester berapa SKS?
  20. Cerita Kuliah di Politeknik
  21. Kuliah di UI, UGM, UNPAD