Showing posts with label Konsep. Show all posts
Showing posts with label Konsep. Show all posts

Wednesday, November 16, 2016

PENTINGKAH "AKREDITASI" DI DUNIA KERJA?

BlogMFE-Pentingkah "Akreditasi" di Dunia Kerja?-Memasuki semester akhir kelas XII, para siswa mulai mencari tahu bagaimana dunia perkuliahan itu. Banyak hal yang dicari mulai dari info jurusan, info perguruan tinggi, dan yang tak ketinggalan ialah Akreditasi jurusan dan perguruan tinggi.


Sebenarnya permasalahan akreditasi merupakan masalah klasik bagi calon mahasiswa dalam mempertimbangkan jurusan yang akan mereka ambil. Masalah akreditasi ini menjadi sangat penting ketika ada "gosip" bahwa perusahaan harus mensayatkan akreidtas tertentu dan otomatis menolak dari lulusan dari jurusan atau perguruan tinggi yang memiliki akreditasi kurang, benarkah itu?

Sebelum membahas mengenai "gosip" tersebut, ada baiknya kita tahu apa sih akreditasi di perguruan tinggi.


APA ITU AKREDITASI?

Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), akreditasi merupakan pengakuan terhadap lembaga pendidikan yang diberikan oleh badan yang berwenang setelah dinilai bahwa lembaga itu memenuhi syarat kebakuan atau kriteria tertentu.

KRITERIA PENILAIAN AKREDITASI?

Nah, siapakah yang berwenang melakukan pengakuan tersebut? Ya.. tentu BAN-PT atau Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Pengakuan ini meliputi 15 komponen penilaian, yakni:
  1. Kepemimpinan Perguruan Tinggi (Rektor, Ketua, Purek I-IV, Waket I-IV)
  2. Kemahasiswaan
  3. SDM Perguruan Tinggi
  4. Kurikulum yang diterapkan
  5. Pendanaan Perguruan Tinggi
  6. Sarana dan Prasarana Perguruan Tinggi
  7. Tata Pamong
  8. Sistem Pengelolaan
  9. Sistem Pembelajaran
  10. Suasana Akademik
  11. Sistem Informasi Akademik
  12. SPMI 
  13. Output lulusan atau Alumni Perguruan Tinggi
  14. Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
  15. Program Studi

AKREDITASI KAMPUS VS AKREDITASI JURUSAN

Oya disini kita harus membedakan pula antara Akreditasi Perguruan Tinggi dan Akreditasi Jurusan. Untuk Akreditasi Perguruan Tinggi akan menyeluruh dari ke-15 poin diatas, namun untuk Akreditasi Jurusan penilaiannya hanya beberapa poinnya saja.

APAKAH AKREDITASI BERLAKU SELAMANYA?

Pertanyaan ini mungkin membuat kita resah ya? Jawabannya TIDAK!! Mengapa? Karena akreditasi terus mengalami perubahan yakni 2 sampai 4 tahun, jadi jangan khawatir jika saat ini akreditasi jurusanmu kecil, mungkin 2 tahun lagi atau ketika pada saat mau lulus akreditasi akan berubah.

TINGKATAN AKREDITASI?

Pada perguruan tinggi baru pada umumnya belum memiliki akreditasi, namun hanya mengantongi izin oeprasional baik jurusan maupun perguruan tinggi. Namun seiring berjalannya, waktu akreditasi kemudian terus mengalami peningkatan, yakni:
  1. Izin operasional meningkat menjadi Akreditasi C (kurang dari 4 tahun)
  2. Akreditasi C menjadi Akreditasi B (2-4 tahun)
  3. Akreditas B ke Akreditasi A
Namun untuk mencapai akreditas A, prosesnya tidaklah mudah. Hal ini dikarenakan menyangkut penilaian yang lebih kompleks lagi. Oleh sebab itu, hanya ada beberapa perguruan tinggi saja yang memiliki akreditasi A. Salah satu syaratnya ialah mayoritas jurusannya harus memiliki akreditasi A.

APA YANG MENYEBABKAN AKREDITASI MASIH KECIL?

Ada beberapa yang menyebabkan akreditas masih saja kecil walaupun sudah re-akreditasi, yakni:
  1. Prodi masih baru dibuka
  2. Skor Penilaian akreditasi masih kurang mencapai syarat minimum akreditasi
  3. Sistem manajemen Perguruan Tinggi kurang berjalan baik

APAKAH AKREDITASI TERTULIS DI IJAZAH?

Di ijazah perguruan tinggi manapun, akreditasi tidak tertulis didalamnya. Apa sih isi ijazah pada umumnya:
  1. Nama Mahasiswa
  2. Nomor Induk Mahasiswa (NIM) / Nomor Induk Registrasi Mahasiswa (NIRM)
  3. Program Pendidikan (D3/S1/S2/S3)
  4. Program Studi
  5. Tanggal Kelulusan
  6. Status Jurusan (Terakreditasi)
  7. Nomor Status Jurusan
Keterangan Akreditasi akan tertulis di sertifikat akreditasi tersendiri dan tidak ada di dalam ijazah.


TERUS GIMANA?

Balik lagi ke permasalahan kita mengenai Apakah akreditasi dapat berpengaruh terhadap dunia kerja? Jawabannya tidak selalu sob!!

Jika kamu ingin melamar sebagai CPNS atau bekerja di perusahaan BUMN memang akreditasi sangat berpengaruh (setidaknya harus minimal akreditasi B). Sekarang bagaimana jika di perusahaan umumnya?

Ada beberapa perusahaan yang mencari calon karyawannya dari kampus terkemuka (reputable university), akan tetapi itu hanya beberapa saja dan mungkin hanya sekitar 10% saja, lalu sisanya?

Ya.. Sisanya tidak terlalu mempermasalahkan latar belakang akreditasi dan bagaimana kampusnya. Yang terpenting bagaimana calon karyawannya lulus strata tertentu dengan IPK yang sangat memuaskan (minimal IPK 3,00 atau 3,25).

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REKRUITMENT?

Sekarang faktor apa sih yang berpengaruh didalam persyaratan rekuritmen calon karyawan di perusahaan? Tidak lain seperti:
  1. Pengalaman kerja calon karyawan dibuktikan dengan parklaring atau surat pengalaman kerja
  2. Bagi yang masih fresh graduate, akan banyak dilihat bagaimana keaktifan organiasi pada saat di dunia perkuliahan
  3. Skill atau kemampuan calon karyawannya dibuktikan dengan sertifikat dari workshop atau pelatihan selama perkuliahan
  4. IPK calon karyawan minimal
  5. Kemampuan membangun link atau jaringan calon karyawannya
  6. Tes Psikologi yang relevan dengan posisi
  7. Kebutuhan posisi yang dibutuhkan di perusahaan

APAKAH AKREDITASI C AKAN SULIT MENCARI KERJA?

Tidak juga!! Sebagai contoh pada D3 Radiologi dan Rekam Medis, walaupun pada jurusan ini masih memiliki akreditasi C, akan tetapi banyak pula yang diterima di rumah sakit. Faktor apa yang paling berpengaruh? Ya Kebutuhan posisi tenaga radiologi pun lagi banyak dibutuhkan, jadi tak pandang bagaimana akreditasinya.

Contoh lain pada rumpun Fakultas Ekonomi, lulusan S1 Akuntansi akan banyak dipertimbangkan untuk mengisi Finance Department dibandingkan lulusan D3 Akuntansi. Walaupun akreditasi S1 ini pun masih C dan D3 ini sudah B.

Contoh diatas merupakan contoh nyata di dunia kerja yang pernah Admin dengar dan lihat.


KESIMPULANNYA?

Jadi pada intinya, akreditasi bukanlah batu sandungan bagi kamu dalam memilih jurusan. Sebelum mempertimbangkan jurusan lihat dulu bagaimana kebutuhan kerjanya dan bagaimana reputasi perguruan tinggi tersebut (apakah pernah mengalami banned oleh Kemeristek Dikti), status perguruan tinggi tersebut (sehat atau tidak sehat)

Buat kamu yang terlanjur masuk di jurusan yang memiliki akreditasi kecil, jangan khawatir, akreditasi jurusanmu nanti akan berubah. 

Wednesday, March 30, 2016

APA SIH PERBEDAAN ANTARA JURUSAN EKONOMI TERAPAN DAN PENDIDIKAN EKONOMI?

BlogMFE-APA SIH PERBEDAAN ANTARA JURUSAN EKONOMI TERAPAN DAN PENDIDIKAN EKONOMI?-Menentukan jurusan kuliah merupakan hal paling ribet bagi anak-anak Kelas XII pada umumnya. Kita harus benar-benar mempertimbangkan secara matang sebelum memilihnya. Betul tidak?

Tidak hanya ribet dalam memilih saja, kadang juga kita masih bingung apa bedanya jurusan terapan dan jurusan pendidikan, khususnya seperti jurusan Ekonomi Terapan dan Pendidikan Ekonomi, lalu apa bedanya?

Kali ini Mahasiswa Fakultas Ekonomi (MFE) akan membahas apa sih perbedaan antara jurusan Ekonomi Terapan dan Pendidikan Ekonomi. Karena hal ini sudah banyak ditanyakan pada berbagai forum diskusi dan grup-grup di sosial media.


Jurusan-Jurusan Ekonomi Terapan



Jurusan-Jurusan Ekonomi Terapan merupakan jurusan mempelajari aspek-aspek penerapan ekonomi di dunia kerja nantinya, seperti sistem manajerial, analisis permintaan-penawaran produk, inflasi, nilai tukar valas, sistem akuntansi perusahaan, dan lain sebagainya.

Jurusan-jurusan ekonomi terapan ini sebenarnya ialah jurusan tergabung dalam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Untuk gelarnya sendiri ialah Sarjana Ekonomi (S.E). Jurusan-jurusan ekonomi terapan ini terbagi menjadi 3 jurusan, yakni (klik tulisan merah untuk info jurusannya):


Pada gelaran SNMPTN dan SBMPTN, jurusan-jurusan ekonomi terapan ini memiliki persaingan yang ekstra ketat. Pada beberapa PTN justru melewati 3.000 peminat sedangkan daya tampungnya hanya kurang dari 100 kursi. Hal ini tentu disebabkan kebutuhan lulusan jurusan ekonomi terapan sangat banyak dibutuhkan di dunia kerja dimanapun.


Jurusan-Jurusan Pendidikan Ekonomi



Berbeda dengan jurusan-jurusan ekonomi terapan yang lebih fokus pada aplikasi ekonomi di dunia kerja, pada jurusan-jurusan pendidikan ekonomi lebih fokus pada sistem pengajaran ekonomi di sekolah.

Jurusan-jurusan pendidikan ekonomi disini bukan hanya sebatas pada jurusan yang mempelajari pengajaran mata pelajaran ekonomi saja, namun juga jurusan pendidikan lain dalam bidang ekonomi seperti:

1. Pendidikan Manajemen Bisnis (SMK Ekonomi)
2. Pendidikan Manajemen Perkantoran (SMK Ekonomi)
3. Pendidikan Tata Niaga (SMK Ekonomi)
4. Pendidikan Akuntansi (SMK Ekonomi)

Jadi pada intinya, lulusan jurusan-jurusan pendidikan ekonomi banyak berkecimpung sebagai tenaga pengajar (guru) bidang ekonomi di berbagai sekolah, baik SMP maupun SMA/SMK.

Pada jurusan-jurusan pendidikan ekonomi sebenarnya masih mempelajari ilmu-ilmu terapan ekonomi sebagai bekal dalam pembelajaran. Namun dalam silabus jurusannya terdapat banyak mata kuliah yang memfokuskan pada pendidikan dan sistem pengajaran antara lain:

1. Landasan Pendidikan
2. Kurikulum dan Pembelajaran
3. Perkembangan Peserta Didik
4. Metode Belajar dan Pembelajaran
5. Evaluasi Pembelajaran 
6. Perencanaan Pembelajaran
7. Pengelolaan Pendidikan
8. Media Pembelajaran
9. Psikologi Pendidikan; dan lain sebagainya

Jurusan-jurusan pendidikan ini pada umunya tergabung dalam Fakultas Pendidikan Pendidikan Ilmu Sosial (F-PIPS). Adapun untuk gelar akademiknya ialah Sarjana Pendidikan (S.Pd).


Apakah Lulusan Ekonomi Terapan Bisa Mengajar Sebagai Guru atau Dosen?




Pertanyaan ini banyak ditanyakan pada beberapa forum diskusi. Pada umumnya lulusan Ekonomi Terapan dapat saja mengajar di sekolah sebagai guru asalkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Pada saat ini banyak lulusan ekonomi terapan yang lebih memilih menjadi guru di berbagai sekolah.

Pada beberapa SMK justru guru mata pelajaran banyak didominasi oleh lulusan ekonomi terapan dibandingkan lulusan sarjana pendidikan ekonomi. Namun bukan berarti peluang karier lulusan pendidikan ekonomi diambil alih lulusan ekonomi terapan ya?

Peluang karier lulusan pendidikan ekonomi akan selalu terbuka luas di berbagai sekolah baik negeri maupun swasta. Bahkan lulusan pendidikan ekonomi ini lebih banyak diutamakan sebelum adanya lulusan ekonomi terapan.

Bagimana dengan dosen? lulusan ekonomi terapan dapat menjadi dosen dan mengajar mahasiswa di perguruan tinggi asalkan sudah menempuh program pasca-sarjana dibidang yang linier (sama) denga jurusannya.

Misalkan Adi lulusan S1 Manajemen Bisnis, ia bercita-cita ingin menjadi dosen, maka ia harus menempuh minimal S2 Manajemen atau Magister Manajemen (MM) untuk dapat mengajar program D3 atau S1 Manajemen. Apabila Adi ingin mengajar S2 Manajemen, maka ia harus menempuh minimal S3 Manajemen atau Program Doktoral.


Keywords:
  1. Perbedaan Jurusan Ilmu Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi
  2. Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia
  3. Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Jakarta
  4. Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta
  5. Jurusan Pendidikan Akuntansi
  6. Jurusan Pendidikan Manajemen Bisnis
  7. Jurusan Pendidikan Tata Niaga
  8. Apa Sih Bedanya Jurussan di Fakultas Ekonomi
  9. Bagaimana Caranya Sarjana Ekonomi jadi Guru?
  10. Sarjana Ekonomi Jadi Guru
  11. Peluang Karier Pendidikan Ekonomi UNJ, UNY, UPI
  12. Mata Kuliah Jurusan Pendidikan Ekonomi Bisnis
  13. Silabus Pendidikan Ekonomi
  14. Enakan Kuliah Ekonomi Murni apa Pendidikan Ekonomi?
  15. Bagaimana Cara Jadi Guru Ekonomi SMA?
  16. Bagaimana Cara Jadi Guru SMK?


Monday, March 7, 2016

PERAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

BlogMFE-PERAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA-Mahasiswa merupakan calon-calon intelektual yang diharapkan dapat memiliki kontribusi bagi lingkungannya melalui keilmuan yang dipelajarinya dan juga dari kehidupan kampus yang telah ia lalui. Melalui mahasiswa inilah pergerakan nasional Indonesia dapat terwujud. Dimulai dari organisasi Boedi Oetomo pada 1908 yang dibentuk oleh pelajar-pelajar (mahasiswa) Kedokteran STOVIA. Serta pergerakan naisonal yang dilakukan oleh Ir. Soekarno pada saat itu merupakan mahasiswa Technische Hoogeschool te Bandoeng (cikal bakal ITB), dan juga ratusan mahasiswa Indonesia di negeri Belanda pada saat itu. Peran mahasiswa sangatlah penting dalam awal pergerakan nasional Indonesia.

Melalui mahasiswa pergerakan dan revolusi Indonesia terjadi. Kita dapat lihat pada peristiwa 1965, mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) menyampaikan unjuk rasa dan menyampaikan  Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) dalam hal revolusi pemerintahan pada saat itu. Selain itu kita juga ketahui pada tahun 1998, mahasiswa pula berkontribusi dalam pergerakan revolusi pemerintahan hingga membuahkan revolusi reformasi pada saat itu. 
Sumber Gambar:
itb.ac.id


Pergerakan mahasiswa dalam revolusi pemerintahan Indonesia banyak dilakukan dalam bentuk unjuk rasa. Namun perlu diingat unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa bukanlah unjuk rasa dalam hal sengaja membuat gonjang-ganjing pemerintahan, namun mendorong adanya perubahan yang dilakukan pemerintahan dalam berbagai bidang. 


Mahasiswa Sebagai Kontrol Pemerintahan

Mahasiswa dapat dikatakan sebagai "Kontrol Pemerintahan". Dari pengertian ini mahasiswa tidak bisa dikatakan sebagai oposisi pemerintahan sehingga seolah memusuhi apa yang dilakukan oleh pemerintahan. Mahasiswa akan selalu mengawal apa yang baik dari pemerintah kepada rakyatnya, akan tetapi mahasiswa akan siap "pasang badan" untuk memprotes segala kebijakan yang dibuat oleh pemerintah yang malah merugikan rakyatnya.

Dalam menerapkan protes, mahasiswa tidak bisa langsung turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi, namun ada beberapa hal yang dilakukan. Tidak bisa semena-mena turun ke jalanmelakukankukan hal-hal anarkis tanpa hal yang logis yang pada akhirnya merugikan kepentingan umum.

Pergerakan mahasiswa melalui demonstrasi ini haruslah berefek positif bagi masyarakat. Tidak bisa pergerakan mahasiswa ini menyebabkan suatu hal yang buruk di masyarakat. Setidaknya pergerakan mahasiswa harus berdifat solutif diantara problematika dan fenomena sosial di masyarakat.

Satu hal yang terpenting dalam demonstrasi yang dilakukan mahasiswa ialah netralitas dalam memihak. Tidak bisa mahasiswa dalam pergerakannya berpihak pada salah satu sisi ataupun berpihak pada kelompok oposisi pemerintahan. 

Jangan sampai pergerakan mahasiswa yang dilakukan ditunggangi oleh beberapa pihak untuk mencapai kepentingannya atau bahkan "mengobrak-abrik" pemerintahan atas dasar kepetingan oposisi. Jangan sampai pula mahasiswa dijadikan pion catur dalam permasalahan politik yang melibatkan opisisi dan pemerintahan.

Netralitas dan intelektualitas sebagai mahasiswa dalam mengkritisi kebijakan pemerintah haruslah diperlukan. Mahasiswa tidak bisa melakukan hal yang "barbar" atau vandalisme kepentingan umum. Bagi mahasiswa, martabat dan etika umum merupakan hal yang penting dalam hal mengkritisi

"Kritis bukan berarti menghancurkan, namun harus bisa mendorong untuk perubahan"


Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan

Selain sebagai "kontrol pemerintahan", mahasiswa juga dikatakan sebagai "Agen Perubahan". Perubahan disini bukanlah mengubah tatanan yang ada namun mengubah pada suatu hal yang dianggap belum layak menjadi lebih layak.
Perubahan yang dimulai dari mahasiswa memang harus berkontribusi bagi perkembangan bangsa. Hal ini tentu harus berasas pada Tridharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Penerapan Tridharma Perguruan Tinggi tidak bisa secara parsial (sendiri-sendiri), semua harus dilakukan secara terintegrasi.
Dalam hal pendidikan, mahasiswa telah melalui pendidikan atau perkuliahan yang ditempuhnya. Ilmu yang ia dapat tidak bisa hanya pada dirinya saja, namun juga harus bisa bermanfaat bagi lingkungannya. keberadaan seorang mahasiswa dapat menjadi cerminan perubahan di sekitanya. 
Melalui pendidikan, seorang mahasiswa dapat menerapkan keilmuannya melalui berbagai riset dan pengamatan yang ada di lingkungan masyarakat. Hal ini tentu dapat membantu dalam mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat. Tidak hanya riset semata, namun mahasiswa terkadang dapat turun langsung pada objek masalah tersebut dan membantu untuk menyelesaikannya. Program yang ditawarkan bisa berupa magang ataupun bentuk lainnya.

Kontribusi yang dapat ditumbuhkan dari segi pendidikan dan penelitian mahasiswa dapat berguna bagi masyarakat. Penerapan riset dan pengembangan di kampus ini dapat menjurus pada pemberdayaan masyarakat yang ada di sekitar lingkungan perguruan tinggi.

Salah satu contoh dari pemberdayaan ini ialah dalam skoop Kemahasiswaan Ekonomi, pemberdayaan ini dapat berupa pemberdayaan dan pembangunan kegairahan kewirausahaan pada masyarakat. Ilmu dan riset yang telah dilakukan oleh mahasiswa di perguruan tinggi dapat menjadi bekal dalam melakukan pemberdayaan ini. 

Kita dapat lihat dari beberapa laboratorium dan kegiatan wirausaha di perguruan tinggi. Mahasiswa tentu telah dilatih untuk bagaimana merintis, merencanakan dan memberdayakan suatu usaha, serta bagaimana mahasiswa dilatih untuk dapat melihat peluang suatu usaha.

Setelah mahasiswa dilatih untuk membangun usaha, kemudian mahasiswa harus bisa mengaplikasikan apa yang telah mereka terima di perguruan tinggi kepada masyarakat. Pemberdayaan ini berupa mendirikan suatu usaha yang dapat membantu perekonomian masyarakat atau melakukan kerjasama dalam mengembangan UMKM yang belum berkembang.


Mencetak Bibit Tokoh dan Pemimpin Nasional

Pemimpin Indonesia pada saat ini bukanlah tercipta dengan sendirinya (turunan trah dinasti), akan tetapi telah terpatri dari berbagai situasi dan dipondasi oleh kegiatan organisasi Perguruan Tinggi.
Kegiatan organisasi kampus bisa dikatakan sebagai pencetak pemimpin nasional di masa mendatang. Kita dapat lihat sebagai contoh Organisasi Himpunan  Mahasiswa Islam (HMI) banyak mencetak tokoh dan pemimpin nasional diantaranya H.M Jusuf Kalla, Fuad Bawazier, Akbar Tandjung, Mahfud MD, dan lain sebagainya.
Tidak hanya HMI, banyak organisasi kemahasiswaan yang mencetak tokoh dan pemimpin Indonesia, seperti Mapala Silvagama UGM yang mencetak Joko Widodo dan tokoh lainnya.
Pembentukan karakter yang dilakukan oleh berbagai organisasi kemahasiswaan seringkali dibentuk dari pembentukan wawasan kepemimpinan anggota organisasi melalui berbagai tradisi organisasi. Pembentukan kepemimpinan ini juga terjadi dari berbagai hal gerakan yang dilakukan mahasiswa.
Terkadang gerakan mengkritisi berbagai kebijakan "nyeleneh" pemerintah dapat membentuk sisi intelektualitas mahasiswa. Dari gerakan ini tentu mahasiswa akan mengkaji baik buruk dan dampak kebijakan pemerintah. Hal ini tentu dapat menjadi bekal perubahan bagi mahasiswa ketika nanti mereka duduk di pemerintahan atau di lembaga lainnya.
Keywords:
  1. Peran mahasiswa bagi bangsa
  2. Peran mahasiswa bagi lingkungan
  3. Peran dan kontribusi mahasiswa
  4. Pemberdayaan mahasiswa bagi masyarakat
  5. Mahasiswa dalam bernegara dan berbangsa
  6. Mahasiswa sebagai kontrol pemerintah
  7. Bagaimana peran mahasiswa dalam kontrol pemerintah?
  8. Bagaimana mahasiswa sebagai agen perubahan?
  9. Revolusi Indonesia oleh mahasiswa
  10. Tokoh Nasional alumni HMI 
  11. Aplikasi Tridharma Perguruan Tinggi oleh Mahasiswa
  12. Dampak pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa
  13. Siapa saja agen perubahan itu?
  14. Pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa ekonomi
  15. Peran kampus dalam membentuk mahasiswa