Showing posts with label Pengertian. Show all posts
Showing posts with label Pengertian. Show all posts

Wednesday, November 16, 2016

PENTINGKAH "AKREDITASI" DI DUNIA KERJA?

BlogMFE-Pentingkah "Akreditasi" di Dunia Kerja?-Memasuki semester akhir kelas XII, para siswa mulai mencari tahu bagaimana dunia perkuliahan itu. Banyak hal yang dicari mulai dari info jurusan, info perguruan tinggi, dan yang tak ketinggalan ialah Akreditasi jurusan dan perguruan tinggi.


Sebenarnya permasalahan akreditasi merupakan masalah klasik bagi calon mahasiswa dalam mempertimbangkan jurusan yang akan mereka ambil. Masalah akreditasi ini menjadi sangat penting ketika ada "gosip" bahwa perusahaan harus mensayatkan akreidtas tertentu dan otomatis menolak dari lulusan dari jurusan atau perguruan tinggi yang memiliki akreditasi kurang, benarkah itu?

Sebelum membahas mengenai "gosip" tersebut, ada baiknya kita tahu apa sih akreditasi di perguruan tinggi.


APA ITU AKREDITASI?

Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), akreditasi merupakan pengakuan terhadap lembaga pendidikan yang diberikan oleh badan yang berwenang setelah dinilai bahwa lembaga itu memenuhi syarat kebakuan atau kriteria tertentu.

KRITERIA PENILAIAN AKREDITASI?

Nah, siapakah yang berwenang melakukan pengakuan tersebut? Ya.. tentu BAN-PT atau Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Pengakuan ini meliputi 15 komponen penilaian, yakni:
  1. Kepemimpinan Perguruan Tinggi (Rektor, Ketua, Purek I-IV, Waket I-IV)
  2. Kemahasiswaan
  3. SDM Perguruan Tinggi
  4. Kurikulum yang diterapkan
  5. Pendanaan Perguruan Tinggi
  6. Sarana dan Prasarana Perguruan Tinggi
  7. Tata Pamong
  8. Sistem Pengelolaan
  9. Sistem Pembelajaran
  10. Suasana Akademik
  11. Sistem Informasi Akademik
  12. SPMI 
  13. Output lulusan atau Alumni Perguruan Tinggi
  14. Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
  15. Program Studi

AKREDITASI KAMPUS VS AKREDITASI JURUSAN

Oya disini kita harus membedakan pula antara Akreditasi Perguruan Tinggi dan Akreditasi Jurusan. Untuk Akreditasi Perguruan Tinggi akan menyeluruh dari ke-15 poin diatas, namun untuk Akreditasi Jurusan penilaiannya hanya beberapa poinnya saja.

APAKAH AKREDITASI BERLAKU SELAMANYA?

Pertanyaan ini mungkin membuat kita resah ya? Jawabannya TIDAK!! Mengapa? Karena akreditasi terus mengalami perubahan yakni 2 sampai 4 tahun, jadi jangan khawatir jika saat ini akreditasi jurusanmu kecil, mungkin 2 tahun lagi atau ketika pada saat mau lulus akreditasi akan berubah.

TINGKATAN AKREDITASI?

Pada perguruan tinggi baru pada umumnya belum memiliki akreditasi, namun hanya mengantongi izin oeprasional baik jurusan maupun perguruan tinggi. Namun seiring berjalannya, waktu akreditasi kemudian terus mengalami peningkatan, yakni:
  1. Izin operasional meningkat menjadi Akreditasi C (kurang dari 4 tahun)
  2. Akreditasi C menjadi Akreditasi B (2-4 tahun)
  3. Akreditas B ke Akreditasi A
Namun untuk mencapai akreditas A, prosesnya tidaklah mudah. Hal ini dikarenakan menyangkut penilaian yang lebih kompleks lagi. Oleh sebab itu, hanya ada beberapa perguruan tinggi saja yang memiliki akreditasi A. Salah satu syaratnya ialah mayoritas jurusannya harus memiliki akreditasi A.

APA YANG MENYEBABKAN AKREDITASI MASIH KECIL?

Ada beberapa yang menyebabkan akreditas masih saja kecil walaupun sudah re-akreditasi, yakni:
  1. Prodi masih baru dibuka
  2. Skor Penilaian akreditasi masih kurang mencapai syarat minimum akreditasi
  3. Sistem manajemen Perguruan Tinggi kurang berjalan baik

APAKAH AKREDITASI TERTULIS DI IJAZAH?

Di ijazah perguruan tinggi manapun, akreditasi tidak tertulis didalamnya. Apa sih isi ijazah pada umumnya:
  1. Nama Mahasiswa
  2. Nomor Induk Mahasiswa (NIM) / Nomor Induk Registrasi Mahasiswa (NIRM)
  3. Program Pendidikan (D3/S1/S2/S3)
  4. Program Studi
  5. Tanggal Kelulusan
  6. Status Jurusan (Terakreditasi)
  7. Nomor Status Jurusan
Keterangan Akreditasi akan tertulis di sertifikat akreditasi tersendiri dan tidak ada di dalam ijazah.


TERUS GIMANA?

Balik lagi ke permasalahan kita mengenai Apakah akreditasi dapat berpengaruh terhadap dunia kerja? Jawabannya tidak selalu sob!!

Jika kamu ingin melamar sebagai CPNS atau bekerja di perusahaan BUMN memang akreditasi sangat berpengaruh (setidaknya harus minimal akreditasi B). Sekarang bagaimana jika di perusahaan umumnya?

Ada beberapa perusahaan yang mencari calon karyawannya dari kampus terkemuka (reputable university), akan tetapi itu hanya beberapa saja dan mungkin hanya sekitar 10% saja, lalu sisanya?

Ya.. Sisanya tidak terlalu mempermasalahkan latar belakang akreditasi dan bagaimana kampusnya. Yang terpenting bagaimana calon karyawannya lulus strata tertentu dengan IPK yang sangat memuaskan (minimal IPK 3,00 atau 3,25).

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REKRUITMENT?

Sekarang faktor apa sih yang berpengaruh didalam persyaratan rekuritmen calon karyawan di perusahaan? Tidak lain seperti:
  1. Pengalaman kerja calon karyawan dibuktikan dengan parklaring atau surat pengalaman kerja
  2. Bagi yang masih fresh graduate, akan banyak dilihat bagaimana keaktifan organiasi pada saat di dunia perkuliahan
  3. Skill atau kemampuan calon karyawannya dibuktikan dengan sertifikat dari workshop atau pelatihan selama perkuliahan
  4. IPK calon karyawan minimal
  5. Kemampuan membangun link atau jaringan calon karyawannya
  6. Tes Psikologi yang relevan dengan posisi
  7. Kebutuhan posisi yang dibutuhkan di perusahaan

APAKAH AKREDITASI C AKAN SULIT MENCARI KERJA?

Tidak juga!! Sebagai contoh pada D3 Radiologi dan Rekam Medis, walaupun pada jurusan ini masih memiliki akreditasi C, akan tetapi banyak pula yang diterima di rumah sakit. Faktor apa yang paling berpengaruh? Ya Kebutuhan posisi tenaga radiologi pun lagi banyak dibutuhkan, jadi tak pandang bagaimana akreditasinya.

Contoh lain pada rumpun Fakultas Ekonomi, lulusan S1 Akuntansi akan banyak dipertimbangkan untuk mengisi Finance Department dibandingkan lulusan D3 Akuntansi. Walaupun akreditasi S1 ini pun masih C dan D3 ini sudah B.

Contoh diatas merupakan contoh nyata di dunia kerja yang pernah Admin dengar dan lihat.


KESIMPULANNYA?

Jadi pada intinya, akreditasi bukanlah batu sandungan bagi kamu dalam memilih jurusan. Sebelum mempertimbangkan jurusan lihat dulu bagaimana kebutuhan kerjanya dan bagaimana reputasi perguruan tinggi tersebut (apakah pernah mengalami banned oleh Kemeristek Dikti), status perguruan tinggi tersebut (sehat atau tidak sehat)

Buat kamu yang terlanjur masuk di jurusan yang memiliki akreditasi kecil, jangan khawatir, akreditasi jurusanmu nanti akan berubah. 

Wednesday, March 30, 2016

APA SIH PERBEDAAN ANTARA JURUSAN EKONOMI TERAPAN DAN PENDIDIKAN EKONOMI?

BlogMFE-APA SIH PERBEDAAN ANTARA JURUSAN EKONOMI TERAPAN DAN PENDIDIKAN EKONOMI?-Menentukan jurusan kuliah merupakan hal paling ribet bagi anak-anak Kelas XII pada umumnya. Kita harus benar-benar mempertimbangkan secara matang sebelum memilihnya. Betul tidak?

Tidak hanya ribet dalam memilih saja, kadang juga kita masih bingung apa bedanya jurusan terapan dan jurusan pendidikan, khususnya seperti jurusan Ekonomi Terapan dan Pendidikan Ekonomi, lalu apa bedanya?

Kali ini Mahasiswa Fakultas Ekonomi (MFE) akan membahas apa sih perbedaan antara jurusan Ekonomi Terapan dan Pendidikan Ekonomi. Karena hal ini sudah banyak ditanyakan pada berbagai forum diskusi dan grup-grup di sosial media.


Jurusan-Jurusan Ekonomi Terapan



Jurusan-Jurusan Ekonomi Terapan merupakan jurusan mempelajari aspek-aspek penerapan ekonomi di dunia kerja nantinya, seperti sistem manajerial, analisis permintaan-penawaran produk, inflasi, nilai tukar valas, sistem akuntansi perusahaan, dan lain sebagainya.

Jurusan-jurusan ekonomi terapan ini sebenarnya ialah jurusan tergabung dalam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Untuk gelarnya sendiri ialah Sarjana Ekonomi (S.E). Jurusan-jurusan ekonomi terapan ini terbagi menjadi 3 jurusan, yakni (klik tulisan merah untuk info jurusannya):


Pada gelaran SNMPTN dan SBMPTN, jurusan-jurusan ekonomi terapan ini memiliki persaingan yang ekstra ketat. Pada beberapa PTN justru melewati 3.000 peminat sedangkan daya tampungnya hanya kurang dari 100 kursi. Hal ini tentu disebabkan kebutuhan lulusan jurusan ekonomi terapan sangat banyak dibutuhkan di dunia kerja dimanapun.


Jurusan-Jurusan Pendidikan Ekonomi



Berbeda dengan jurusan-jurusan ekonomi terapan yang lebih fokus pada aplikasi ekonomi di dunia kerja, pada jurusan-jurusan pendidikan ekonomi lebih fokus pada sistem pengajaran ekonomi di sekolah.

Jurusan-jurusan pendidikan ekonomi disini bukan hanya sebatas pada jurusan yang mempelajari pengajaran mata pelajaran ekonomi saja, namun juga jurusan pendidikan lain dalam bidang ekonomi seperti:

1. Pendidikan Manajemen Bisnis (SMK Ekonomi)
2. Pendidikan Manajemen Perkantoran (SMK Ekonomi)
3. Pendidikan Tata Niaga (SMK Ekonomi)
4. Pendidikan Akuntansi (SMK Ekonomi)

Jadi pada intinya, lulusan jurusan-jurusan pendidikan ekonomi banyak berkecimpung sebagai tenaga pengajar (guru) bidang ekonomi di berbagai sekolah, baik SMP maupun SMA/SMK.

Pada jurusan-jurusan pendidikan ekonomi sebenarnya masih mempelajari ilmu-ilmu terapan ekonomi sebagai bekal dalam pembelajaran. Namun dalam silabus jurusannya terdapat banyak mata kuliah yang memfokuskan pada pendidikan dan sistem pengajaran antara lain:

1. Landasan Pendidikan
2. Kurikulum dan Pembelajaran
3. Perkembangan Peserta Didik
4. Metode Belajar dan Pembelajaran
5. Evaluasi Pembelajaran 
6. Perencanaan Pembelajaran
7. Pengelolaan Pendidikan
8. Media Pembelajaran
9. Psikologi Pendidikan; dan lain sebagainya

Jurusan-jurusan pendidikan ini pada umunya tergabung dalam Fakultas Pendidikan Pendidikan Ilmu Sosial (F-PIPS). Adapun untuk gelar akademiknya ialah Sarjana Pendidikan (S.Pd).


Apakah Lulusan Ekonomi Terapan Bisa Mengajar Sebagai Guru atau Dosen?




Pertanyaan ini banyak ditanyakan pada beberapa forum diskusi. Pada umumnya lulusan Ekonomi Terapan dapat saja mengajar di sekolah sebagai guru asalkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Pada saat ini banyak lulusan ekonomi terapan yang lebih memilih menjadi guru di berbagai sekolah.

Pada beberapa SMK justru guru mata pelajaran banyak didominasi oleh lulusan ekonomi terapan dibandingkan lulusan sarjana pendidikan ekonomi. Namun bukan berarti peluang karier lulusan pendidikan ekonomi diambil alih lulusan ekonomi terapan ya?

Peluang karier lulusan pendidikan ekonomi akan selalu terbuka luas di berbagai sekolah baik negeri maupun swasta. Bahkan lulusan pendidikan ekonomi ini lebih banyak diutamakan sebelum adanya lulusan ekonomi terapan.

Bagimana dengan dosen? lulusan ekonomi terapan dapat menjadi dosen dan mengajar mahasiswa di perguruan tinggi asalkan sudah menempuh program pasca-sarjana dibidang yang linier (sama) denga jurusannya.

Misalkan Adi lulusan S1 Manajemen Bisnis, ia bercita-cita ingin menjadi dosen, maka ia harus menempuh minimal S2 Manajemen atau Magister Manajemen (MM) untuk dapat mengajar program D3 atau S1 Manajemen. Apabila Adi ingin mengajar S2 Manajemen, maka ia harus menempuh minimal S3 Manajemen atau Program Doktoral.


Keywords:
  1. Perbedaan Jurusan Ilmu Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi
  2. Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia
  3. Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Jakarta
  4. Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta
  5. Jurusan Pendidikan Akuntansi
  6. Jurusan Pendidikan Manajemen Bisnis
  7. Jurusan Pendidikan Tata Niaga
  8. Apa Sih Bedanya Jurussan di Fakultas Ekonomi
  9. Bagaimana Caranya Sarjana Ekonomi jadi Guru?
  10. Sarjana Ekonomi Jadi Guru
  11. Peluang Karier Pendidikan Ekonomi UNJ, UNY, UPI
  12. Mata Kuliah Jurusan Pendidikan Ekonomi Bisnis
  13. Silabus Pendidikan Ekonomi
  14. Enakan Kuliah Ekonomi Murni apa Pendidikan Ekonomi?
  15. Bagaimana Cara Jadi Guru Ekonomi SMA?
  16. Bagaimana Cara Jadi Guru SMK?


Monday, March 28, 2016

JANGAN KULIAH!! SEBELUM TAU 5 (LIMA) HAL INI

BlogMFE-ISTILAH-ISTILAH YANG WAJIB KAMU KETAHUI SEBELUM KULIAH-Hayoo!! Siapa yang tahun ini berniat mau kuliah? Apa sih yang kalian pikirkan tentang dunia perkuliahan? Mungkin ada yang berpikir dunia kuliah itu sangat asyik, bisa jalan-jalan ke gunung, bisa nampang dengan gaya trendy saat kuliah, banyak romantika cinta saat di kampus, dan apalah seperti yang ada di FTV.

Kehidupan kuliah tak seindah yang ada di FTV loh sob! Jika nanti kamu sudah masuk dunia perkuliahan kamu akan banyak menemui "kegalauan akut" yang bikin kamu merinding sendiri. Ya kamu harus ngerjain tugas setumpuk dari dosen, kamu harus presentasi yang bejibun, belum lagi kena marah dosen killer, ngejar IPK harus diatas 3,00 dan lain sebagainya.   

Oya dunia perkuliahan itu ternyata berbeda dengan dunia sekolah dulu loh. Di dunia perkuliahan banyak istilah-istilah yang harus dimengerti oleh mahasiswa. Jangan ngaku mahasiswa sebelum tahu istilah-istilah ini:

Sistem Perkuliahan dan Penilaian Mahasiswa




Sistem pembelajaran dan penilaian pada perguruan tinggi memang sangat berbeda dengan sistem yang ada di sekolah dahulu. Untuk perguruan tinggi sistem yang diterapkan pun lebih kompleks. Apa saja ya kira-kira, yuk kita lihat:

a. Apa itu Semester?

Semester adalah periode kuliah selama 6 bulan. Biasanya dalam 1 semester terbagi antara 4-5 bulan kuliah kelas atau kuliah lainnya dan 1 bulan libur semester. Akan tetapi proporsi panjangnya semester bergantung pada kebijakan kampus tersebut.

b. Apa itu KRS?

KRS (Kartu Rencana Studi) adalah kartu yang dikeluarkan sebagai prasyarat untuk mengikuti mata kuliah. KRS ini sebenarnya berbentuk lembaran atau e-file. KRS ini bisa dibilang "SIM-nya" kita dalam mengikuti mata kuliah dalam satu semester.

c. Apa itu KHS?

KHS (Kartu Hasil Studi) adalah kartu yang dikeluarkan sebagai hasil penilaian kuliah kita selama satu semester. KHS ini bisa dibilang sebagai raport kita selama satu semester.


d.
Apa itu sks?

sks (sks kecil / Satuan Kredit Semester) adalah bobot mata kuliah yang diajarkan. Bobot 1 sks ini bernilai 50 menit perkuliahan, biasanya dapat dilakukan dalam 1 hari maupun bisa dibagi menjadi beberapa hari.

e. Apa itu SKS?

SKS (sks besar / Sistem Kredit Semester) adalah sistem pendidikan dimana beban studi mahasiswa, beban kerja tenaga pengajar, dan beban penyelenggaraan program dinyatakan dalam kredit.


f. Apa itu IPK?

IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) adalah indeks penilaian atau bisa dibilang sebagai hasil nilai mata kuliah kita selama dalam perkuliahan. IPK ini akan tertulis pada transkrip nilai kita pada saat lulus nanti. Range penilaian IPK berkisar 1-4.

g. Apa itu IPS?

IPS (Indeks Prestasi Semester) adalah indeks penilaian atau bisa dibilang sebagai hasil nilai mata kuliah kita dalam satu semester. IPS ini terkadang disebut sebagai IPK semester. IPS ini tertulis pada KHS yang dikeluarkan pada akhir semester.

h. Apa itu Huruf Mutu?

Huruf Mutu adalah bobot penilaian mahasiswa dalam suatu mata kuliah yang dinyatakan dalam bentuk huruf. Setiap perguruan tinggi mempounyai penilaian tersendiri dalam angka mutu, ada yang memakai hanya A, B, C, D saja, ada pula yang memakai (+) didalam penilaiannya, misalkan B+ dsb

i. Apa itu Angka Mutu?

Angka Mutu adalah bobot penilaian mahasiswa dalam suatu mata kuliah yang dinyatakan dalam bentuk angka. Penilaian angka mutu ini sangat berkaitan dengan huruf mutu. Jika huruf mutu bernilai A maka angka mutunya ialah bernilai 4, begitu juga seterusnya.



Tipe-Tipe Perguruan Tinggi

 
Sumber:
Wikipedia Commons

Bagi kamu yang mau mendaftar ke perguruan tinggi, tapi bingung bedanya apa itu Universitas, Institut, Skolah Tinggi, atau apalah. Berikut ini penjelasannya: 

a. Apa itu Universitas? 

Universitas adalah perguruan tinggi yang mempunyai beberapa fakultas dengan berbagai macam bidang keilmuan.

 Jadi didalam Universitas ada banyak keilmuan yang berbeda-beda yang dihimpun dalam fakultas tersendiri. Di Universitas juga memiliki beberapa jenjang pendidikan seperti Diploma, S1, S2, dan S3, bahkan ada juga yang menyelenggarakan Program Spesialis.

Contoh seperti  di Universitas Indonesia diantaranya ada: Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Budaya (FS), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan lain sebagainya.

b. Apa itu Institut?

Institut adalah perguruan tinggi yang mempunyai beberapa fakultas namun hanya terfokus pada satu rumpun keilmuan saja.  

Berbeda dengan Universitas yang mempunyai beberapa bidang keilmuan yang berbeda-beda, kalo institut hanya fokus pada satu rumpun keilmuan saja. Jenjang pendidikan di Institut pun pada dasarnya sama dengan Universitas, hanya saja di Institut tidak ada program spesialis.

Contoh seperti di Institut Sepuluh November (ITS) terdiri dari beberapa fakultas, seperti: Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Teknik Sipil dan Perencaanaan (FTSP) dan lain sebagainya. Fakultas yang ada di ITS ini memfokuskan pada rumpun teknik.

Walaupun terkadang ada beberapa Institut yang mempunyai keilmuan lain, akan tetapi corak rumpun keilmuan dasarnya masih tertanam di setiap mata kuliah yang diajarkannya.
 

c. Apa itu Sekolah Tinggi?

Sekolah Tinggi adalah perguruan tinggi yang mempunyai beberapa jurusan yang hanya terfokus pada satu bidang keilmuan. 

Berbeda dengan institut, sekolah tinggi tidak memiliki fakultas akan tetapi hanya terdiri dari beberapa jurusan yang masih satu bidang keilmuan.

Contoh seperti pada STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) yang mempunyai beberapa jurusan pada umumnya seperti Ilmu Manajemen dan Ilmu Akuntansi.

d. Apa itu Akademi?

Akademi adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan diploma hanya satu cabang keilmuan saja. 

Contoh seperti Akademi Kebidanan (Akbid) yang hanya menyelenggarakan pendidikan D3 Kebidanan.

e. Apa itu Politeknik?

Politeknik adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan diploma yang mempunyai berbagai cabang keilmuan.

Contoh seperti Politeknik Negeri Bandung yang memiliki jurusan D3Administrasi Bisnis, D4 Teknik Pendingin dan Tata Udara, D3 Teknik Telekomunikasi, D3 Bahasa Inggris, dan lain sebagainya.



Pembagian Divisi Perguruan Tinggi

Sumber:
Universitas Jendral Soedriman

Dalam suatu perguruan tinggi mempunyai beberapa divisi akademik, seperti Fakultas, Jurusan / Departemen, Program Studi. Berikut ini penjelasannya:

a. Apa itu Fakultas?

Fakultas merupakan divisi perguruan tinggi yang membidangi keilmuan yang serumpun dan membawahi beberapa jurusan. Fakultas ini hanya ada di Universitas dan Institut. Contohnya misalkan Fakultas Ekonomi Bisnis yang membidangi keilmuan ekonomi dan ilmu bisnis. FEB ini membawahi beberapa jurusan seperti Ilmu Manajemen, Ilmu Akuntansi, dan Ilmu Ekonomi. Orang yang memimpin Fakultas disebut sebagai Dekan.

b. Apa itu Jurusan?

Jurusan merupakan divisi perguruan tinggi dibawah fakultas yang membidangi keilmuan secara mandiri. Jurusan ini banyak tersebar di Universitas, Institut maupun Sekolah Tinggi. 

Istilah Jurusan sering juga disebut sebagai Departemen pada beberapa perguruan tinggi. Contoh di FEM-IPB terdiri dari beberapa Departemen seperti Departemen Ilmu Ekonomi, Departemen Manajemen, Departemen Agribisnis, dan Departemen Ekonomi Studi Lingkungan.

c. Apa itu Program Studi?

Program Studi merupakan divisi perguruan tinggi dibawah jurusan atau setingkat yang menjabarkan konsentrasi jurusan. Pada beberapa perguruan tinggi program studi dibedakan menjadi dibawah jurusan, namun pada umumnya banyak mengelompokkan menjadi setingkat dengan jurusan. Pada akademi dan politeknik hanya ada program studi saja. 

Contoh pada Jurusan Ilmu Manajemen terkadang di juruskan kembali menjadi beberapa program studi seperti prodi manajemen keuangan, prodi manajemen pemasaran, prodi manajemen sumberdaya manusia, prodi manajemen strategik dan inovasi perubahan, dan prodi manajemen produksi dan operasional.



Pimpinan dan Struktur Akademik Perguruan Tinggi

 
Sumber:
fkip.unila.ac.id

Pimpinan Perguruan Tinggi biasanya diisi oleh para dosen senior dan telah banyak berkontribusi bagi perkembangan perguruan tinggi. Adapun pimpinan perguruan tinggi ini mengepalai perguruan tinggi itu sendiri maupun berbagai divisi yang ada, berikut ini diantaranya:

a. Rektor

Rektor merupakan pimpinan dari Universitas atau Institut. 

b. Ketua Sekolah Tinggi

Ketua Sekolah Tinggi merupakan pimpinan dari Sekolah Tinggi.
 

c. Direktur

Direktur merupakan pimpinan dari Akademi, Politeknik, maupun Program Diploma yang berada di PTN. Pada Universitas dan Institut terdapat Direktur Pascasarjana, jabatannya ialah setingkat Dekan lainnya.

d. Dekan

Dekan merupakan pimpinan dari Fakultas atau Dekanat.

e. Kajur dan Ka. Prodi

Kajur merupakan pimpinan dari jurusan, sedangkan Ka. Prodi merupakan pimpinan dari Program Studi.

f. Puket atau Waka

Puket atau Waka merupakan wakil dari Rektor (Universitas dan Institut) atau Waka (Sekolah Tinggi) yang memiliki tanggung jawab dibidang tertentu. 
  1. Puket I atau Waka I memiliki tanggung jawab dalam bidang Akademik
  2. Puket II atau Waka II memiliki tanggung jawab dalam bidang Keuangan dan Administrasi
  3. Puket III atau Waka III memiliki tanggung jawab dalam bidang Kemahasiswaan
  4. Puket IV atau Waka IV memiliki tanggung jawab dalam bidang Hubungan Antar Lembaga

Organisasi Kemahasiswaan

 
Sumber:
andiauliar.wordpress.com

Berikut ini merupakan beberapa organisasi mahasiswa yang biasanya ada di perguruan tinggi, yakni:

a. BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa)

BEM merupakan organisasi mahasiswa yang memiliki tugas eksekutif kemahasiswaan. BEM ini memiliki dua tingkatan yakni setingkat Perguruan Tinggi (BEM Kampus / Presidensial Mahasiswa Kampus) dan setingkat Fakultas (BEM Fakultas). Contoh BEM Universitas Indonesia yang sering eksis di berbagai kegiatan mahasiswa dalam skoop nasional.

b. HIMA (Himpunan Mahasiswa)

HIMA merupakan organisasi eksekutif mahasiswa yang berada di tingkat jurusan. HIMA ini masih berada dibawah koordinasi BEM Kampus. Contoh HIMA ialah HMTF-UNAS (Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika Universitas Nasional)

c. UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa)

UKM merupakan organisasi mahasiswa yang mewadahi dan mengkoordinasikan kegiatan non-akademik mahasiswa, seperti minat dan bakat mahasiswa. Contoh UKM Century Institut Pertanian Bogor.


Keywords:
  1. Istilah dalam Kampus
  2. Istilah Perguruan Tinggi
  3. Bagaimana sih Kehidupan Perguruan Tinggi?
  4. Suka Duka Kuliah
  5. Apa pengertian IPK?
  6. Pengertian Universitas
  7. Pengertian Sekolah Tinggi
  8. Pengertian Akademi
  9. Pengertian Institut
  10. Pengertian Politeknik
  11. Pebedaaan Antara Universitas dan Institut
  12. Kuliah Mau Pilih Apa
  13. Enakan Kuliah Universitas atau Institut
  14. Kuliah yang Cepet Kerja
  15. Apa Itu BEM Mahasiswa
  16. Perbedaan BEM dan HIMA
  17. Tips Cari Kuliah
  18. Cara Menghitung IPK
  19. 1 Semester berapa SKS?
  20. Cerita Kuliah di Politeknik
  21. Kuliah di UI, UGM, UNPAD